Struktur Organisasi PT Bima Indo Garda
Struktur yang Jelas untuk Operasional yang Terkendali
PT Bima Indo Garda membangun organisasi yang menghubungkan fungsi kepemimpinan, legal, sumber daya manusia, operasional, keuangan dan hubungan klien untuk mendukung layanan outsourcing secara terarah.
Layanan yang Konsisten Membutuhkan Kepemimpinan dan Koordinasi yang Jelas
Operasional outsourcing tidak hanya bergantung pada personel yang ditempatkan di lapangan.
Di belakangnya dibutuhkan fungsi manajemen yang mengatur kebijakan, rekrutmen, legalitas, pelaksanaan operasional, administrasi keuangan serta komunikasi dengan klien.
Struktur organisasi BIG dibangun untuk membantu menjaga jalur tanggung jawab dan koordinasi antarunit agar kebutuhan layanan dapat ditangani secara lebih terarah.
Struktur Organisasi PT Bima Indo Garda
Struktur berikut menampilkan fungsi kepemimpinan, direksi dan manajemen yang tercantum pada data organisasi BIG.
Sulistyo Edy Purnama
Tata kelola dan pengawasan strategis.
Mayjen TNI (Purn) Bambang P
Pembinaan nilai, kedisiplinan dan organisasi.
Kolonel Mar Idha Basri
Masukan strategis dan penguatan profesionalisme.
Siti Ristiana
Strategi perusahaan, kualitas layanan dan kontrol kinerja organisasi.
Ahmad Ganessa Liyananda
Koordinasi lintas fungsi dan dukungan terhadap pelaksanaan strategi.
Asnawi, SH., MH
Legalitas, kepatuhan dan mitigasi risiko.
Abdul Aziz, SH
Rekrutmen, pembinaan dan tata kelola SDM.
Suyanto
Implementasi layanan dan kontrol lapangan.
Maydiyono Widjaja
Pengelolaan keuangan dan administrasi.
Supriyadi
Pengembangan hubungan dan kebutuhan klien.
Bagaimana Setiap Fungsi Mendukung Layanan Klien
Struktur organisasi bukan sekadar jabatan. Setiap fungsi mempunyai kontribusi berbeda terhadap stabilitas dan kualitas layanan BIG.
Komisaris
Memiliki fungsi pengawasan dan tata kelola pada tingkat strategis perusahaan.
Pembina
Mendukung penguatan nilai, pembinaan dan disiplin organisasi.
Advisor / Penasehat
Memberikan masukan strategis dan mendukung penguatan profesionalisme.
Direksi
Mengarahkan strategi, kualitas layanan, koordinasi lintas unit serta kinerja perusahaan.
Legal
Menangani aspek legalitas, kepatuhan dan mitigasi risiko perusahaan.
Human Resources
Menangani rekrutmen, pembinaan, administrasi serta tata kelola personel.
Operasional
Mengelola implementasi, koordinasi dan kontrol layanan di lapangan.
Keuangan
Menangani administrasi dan pengelolaan finansial perusahaan.
Marketing
Memahami kebutuhan klien, pengembangan solusi dan hubungan bisnis.
Coordination
Setiap fungsi saling terhubung berdasarkan kebutuhan operasional dan karakter layanan.
Empat Prinsip Koordinasi Tim BIG
Struktur organisasi memberikan kerangka kerja. Pelaksanaannya tetap bergantung pada disiplin koordinasi antarunit dan kontrol kualitas.
Clear Coordination
Alur komunikasi dan tanggung jawab dibuat agar tidak saling tumpang tindih.
Execution Focus
Perencanaan diarahkan pada langkah yang dapat dijalankan secara nyata di lapangan.
Quality Control
Monitoring dan evaluasi mendukung konsistensi standar layanan.
Adaptive Response
Koordinasi dapat menyesuaikan perubahan kebutuhan operasional klien.
Manajemen Harus Terhubung dengan Kondisi Lapangan
Dalam outsourcing, keputusan manajemen akan berpengaruh langsung terhadap kualitas personel dan pelaksanaan layanan di lokasi klien.
Karena itu, fungsi HR, legal, operasional, keuangan dan hubungan klien harus mampu bekerja secara lintas fungsi ketika kebutuhan operasional berubah.
Bagaimana Tim BIG Menjalankan Kerja Sama
Kebutuhan klien diterjemahkan dari tahap awal hingga implementasi dan evaluasi operasional.
Brief Kebutuhan
Memahami jenis layanan, lokasi, pola kerja dan target operasional.
Solution Design
Menyusun scope, SOP dan rencana implementasi.
Preparation
Personel dipilih dan dipersiapkan sesuai kebutuhan.
Go-Live
Layanan mulai berjalan dengan koordinasi operasional.
Evaluation
Monitoring dan evaluasi dilakukan untuk menjaga performa.
Pertanyaan Seputar Organisasi dan Koordinasi BIG
Siapa PIC utama ketika kerja sama mulai berjalan?
BIG menentukan PIC berdasarkan jenis layanan dan kebutuhan operasional. Koordinasi implementasi umumnya melibatkan fungsi operasional dengan dukungan unit terkait bila diperlukan.
Apakah struktur BIG dapat mendukung kebutuhan multi-site?
Struktur kerja dirancang untuk mendukung koordinasi dan kontrol layanan, termasuk ketika kebutuhan operasional berada di lebih dari satu lokasi.
Siapa yang menangani aspek legal dan kepatuhan?
Fungsi legal menangani aspek legalitas, kepatuhan dan dukungan mitigasi risiko perusahaan, dengan koordinasi bersama fungsi manajemen lainnya.
Apakah SOP dapat menyesuaikan standar internal klien?
BIG dapat menyelaraskan SOP operasional dengan kebutuhan dan kebijakan internal klien selama tetap mendukung aspek keselamatan, kepatuhan dan kualitas layanan.
Butuh Tim Outsourcing dengan Koordinasi yang Terstruktur?
Diskusikan kebutuhan security, cleaning, manpower atau driver dengan PT Bima Indo Garda.